Showing posts with label Skripsi Sosial. Show all posts
Showing posts with label Skripsi Sosial. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Skripsi Teknologi Pendidikan (PENGUNAAN MULTIMEDIA PREZI DESKTOP PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI)

Skripsi Teknologi Pendidikan (PENGUNAAN MULTIMEDIA PREZI DESKTOP PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI)

Skripsi Teknologi Pendidikan (PENGUNAAN MULTIMEDIA PREZI DESKTOP PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI)

Judul Skripsi:

PENGARUH PENGUNAAN MULTIMEDIA PREZI DESKTOP TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI (Studi Kuasi Eksperimen di SMPN 1 Lembang)

Abstrak:

Ismail Nugraha. Penggunaan Multimedia Prezi Desktop Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Sosiologi (Studi Kuasi Eksperimen di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Lembang). Skripsi Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Tahun 2014. Latar belakang dilakukan penelitian ini diantaranya adalah rendahnya hasil belajar sosiologi mengharuskan guru berinovasi dalam memilih media pembelajaran yang tepat, semakin berkurangnya rasa nasionalisme dan maraknya prilaku menyimpang di lingkungan remaja menjadikan Ilmu Pengetahuan Sosiologi penting untuk dipelajari oleh peserta didik. Penelitian ini menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan, yaitu “Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point pada mata pelajaran sosiologi?” Secara lebih rinci rumusan masalah khusus terdiri dari (1) Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif aspek mengingat antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point pada mata pelajaran sosiologi? (2) Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif aspek memahami antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point pada mata pelajaran sosiologi? (3) Apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif aspek menerapkan antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point pada mata pelajaran sosiologi? Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design dengan membandingkan dua kelas kontrol dan kelas ekperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes objektif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling menggunakan kriteria yang telah ditentukan. Uji normalitas data menggunakan uji chi kuadrat, dan uji hipotesis menggunakan uji t independen. Kesimpulan umum hasil penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik yang signifikan antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point pada mata pelajaran sosiologi. Sedangkan untuk kesimpulan khusus pada penelitian ini adalah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik ranah kognitif aspek mengingat, memahami, dan menerapkan yang signifikan antara yang menggunakan multimedia Prezi Desktop dengan yang menggunakan multimedia Power Point. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Prezi Desktop, Hasil Belajar Peserta Didik Ranah Kognitif, Mata Pelajaran Sosiologi. ABSTRACT Ismail Nugraha. The use of Prezi Desktop Multimedia Against Student Results on Subjects Sociology (Quasi Experimental Study in Junior High School 1 Lembang). Script on Departement of Curriculum and Educational Technology, Faculty of Education, Indonesia University of Education, 2014. The reasons behind the conduct of the research are the low quality of student learning outcomes sociology that forces educators to innovate the ways to choose suitable education medium, the spirit of nationalism that is beginning to diminish and the increasing trend of teenagers misbehavior all of which leadto the importance of learning sociology for the students. This research answers the research problem which has been formulated, such as “Is there an increase in learning outcomes between students using Prezi Desktop multimedia and the ones using Power Point multimedia on sociology subjects?” in more detail, the formulations on this problem consist of (1) Is there an increase in cognitive learning outcomes of recalling aspects between students using Prezi Desktop multimedia and the ones using Power Point multimedia on sociology subjects? (2) Is there an increase in cognitive learning outcomes of understanding between students using Prezi Desktop multimedia and the ones using Power Point multimedia on sociology subjects? (3) Is there an increase in cognitive learning outcomes of applying between students using Prezi Desktop multimedia and the ones using Power Point multimedia on sociology subjects?. This research methode are quasi eksperimental with nonequivalent design by comparing both control and experimental class. Instruments used in the form of objective tests. The sampling technique was conducted with a purposive sampling using predetermined criteria. Normality test data using the chi square test, and test hypotheses using independent T test. The general conclusion of this research is there is significant progress of learning process for the students who use Prezi Desktop multimedia and the students who use Power Point multimedia in sociology subject. For the specific conclusion of this research, there is significant progress of learning process for the students who use Prezi Desktop multimedia and the students who use Power Point multimedia in cognitive aspects such as recalling, understanding, and applying using Prezi Desktop multimedia and the ones using Power Point multimedia on sociology subjects. Keywords: Instructional Media, Prezi Desktop, Learning Outcomes of Students Cognitive Domains, Sociology Subjects.

Link Download:

[img]Text
S_KTP_0906566_Tittle.pdf 

Download (306Kb) | Preview
    [img]Text
    S_KTP_0906566_Abstract.pdf 

    Download (306Kb) | Preview
      [img]Text
      S_KTP_0906566_Table_of_content.pdf 

      Download (257Kb) | Preview
        [img]Text
        S_KTP_0906566_Chapter1.pdf 

        Download (333Kb) | Preview
          [img]Text
          S_KTP_0906566_Chapter2.pdf
          Restricted to Staf Perpustakaan 

          Download (611Kb)
            [img]Text
            S_KTP_0906566_Chapter3.pdf 

            Download (699Kb) | Preview
              [img]Text
              S_KTP_0906566_Chapter4.pdf
              Restricted to Staf Perpustakaan 

              Download (765Kb)
                [img]Text
                S_KTP_0906566_Chapter5.pdf 

                Download (213Kb) | Preview
                  [img]Text
                  S_KTP_0906566_Bibliography.pdf 

                  Download (212Kb) | Preview
                    [img]Text
                    S_KTP_0906566_Appendix.pdf
                    Restricted to Staf Perpustakaan 

                    Download (214Kb)

                    Sunday, September 1, 2013

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Dalam Menjaga Budaya)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Dalam Menjaga Budaya)


                    Download Skripsi Sosial Gratis (Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Dalam Menjaga Budaya)

                    Berdasarkan kenyataan kehidupan sosial budaya masyarakat Indonesia maka tingkat kedisiplinan dapat dilihat dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang ada disekitar mereka. Kondisi suatu masyarakat dalam kesehariannya tidak boleh terabaikan. Karena di tengah publik inilah penerapan disiplin bangsa Indonesia itu dilakukan, diuji dan dinilai ketangguhannya (Hidayah, 1996:3-5).

                    Menciptakan lingkungan yang nyaman, tertib, bersih dan juga sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan yang berlaku di masyarakat perlu adanya kesadaran dan kepedulian setiap anggota masyarakat terhadap situasi dan kondisi lingkungan yang ada disekitar mereka karena lingkungan merupakan tempat manusia untuk menjalankan berbagai aktifitas dan interaksi dengan yang lain, dengan demikian lingkungan yang nyaman, tertib, serta budaya hidup sehat dan bersih dapat terwujud.

                    Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat adalah tangung jawab bersama. Khususnya masyarakat yang ada disekitar lingkungannya. Mereka memiliki peran yang penting dalam menjaga lingkungan serta menciptakan budaya lingkungan yang bersih dan sehat.

                    Berdasarkan fenomena-fenomena yang dikemukaan di atas maka masyarakat Banaran menjadi tempat pilihan penulisan skipsi ini. Selain itu menurut hasil pengamatan PKM (Penelitian Kesehatan Mayarakat) yang dilakukan oleh mahasiswa IKM Universitas Negeri Semarang (2005) terhadap kesehatan masyarakat di Banaran dengan didukung oleh kantor Kelurahan dan Puskesmas setempat ditemukan adanya permasalahan kesehatan masyarakat yaitu diataranya angka kejadian pernyakit gondongan (Parotitis) yang disebabkan oleh adanya faktor perilaku yang kurang sehat dan kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan yang ada disekitar mereka.

                    Dari uraian di atas inilah ketertarikan untuk mendiskripsikan mengenai masalah kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan dilingkungannya. Untuk itu mengambil judul skripsi tentang “Tingkat Kedisiplinan Masyarakat Dalam Menjaga Budaya Hidup Bersih Terhadap Lingkungannya” Studi Kasus Pada Masyarakat Banaran, Kelurahan Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Semarang.


                    Password: SrHjsdJn



                    Download Skripsi Sosial Gratis (Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin)


                    Download Skripsi Sosial Gratis (Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin)

                    Pelayanan kesehatan untuk masyarakat merupakan hak asasi manusia yang harus dilaksanakan negara. Pemerintah harus melaksanakan prinsip-prinsip good governance dalam melaksanakan pelayanan publik termasuk pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan salah satunya merupakan tanggungjawab pemerintah, tentunya dengan dukungan atau partisipasi masyarakat., dengan demikian upaya mewujudkan kesehatan rakyat yang diprogramkan pemerintah, peranan warga negara untuk memelihara diri, lingkungan dan masyarakat adalah sangat penting. Ini berarti bahwa pemeliharaan kesehatan diri, lingkungan dan masyarakat merupakan kunci pokok tercapainya kesehatan secara keseluruhan.

                    Penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin telah berkembang luas secara nasional sejak terjadinya krisis moneter dengan pembiayaan pemerintah, baik yang bersumber dari pinjaman Bank Pembangunan Asia (1998-2002) maupun yang bersumber dari dana pengurangan subsidi BBM, yakni Penanggulangan Dampak Pengurangan Subsidi Energi Bidang Kesehatan (PDPSE-BK, 2002) dan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak Bidang Kesehatan (PKPS-BBM-BK, 2002-2003).

                    Jamkesmas merupakan bentuk kebijakan baru dari pemerintah dalam rangka melanjutkan program-program sebelumnya berkaitan dengan penyelenggaraan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin yang dinilai gagal dalam tahap implementasi. Kegagalan program sebelumnya memberi dampak tersendiri bagi keluarga miskin yang menginginkan pelayanan kesehatan yang murah tetapi berkualitas. Karena itulah Jamkesmas sangat diharapkan mampu menutupi kelemahan-kelemahan program kesehatan bagi masyarakat miskin sebelumnya.

                    Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Cipari berlaku secara umum, artinya semua lapisan masyarakat dapat mengaksesnya, artinya keluarga miskin atau kaya dilayani oleh petugas puskesmas. Perbedaan yang mendasar pada peserta Jamkesmas adalah biaya pelayanan, yang semuanya digratiskan atau ditanggung oleh pemerintah melalui PT. Askes, asalkan semua persyaratan telah dipenuhi dengan baik dan lengkap. Pelayanan yang lebih banyak di akses oleh peserta Jamkesmas adalah pengobatan umum, kesehatan ibu dan anak (KIA).

                    Melihat kenyataan di atas, diperlukan peningkatan kualitas pelayanan semua kalangan, termasuk di dalamnya penguna kartu Jamkesmas. Karena itulah penelitian ini mengambil judul : “Kualitas Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin (Studi tentang Kualitas Pelayanan bagi Masyarakat Pengguna Kartu Jamkesmas di Puskesmas Cipari Kabupaten Cilacap)”.


                    Password: CIkrkmWQ

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja)

                    Kepuasan kerja merupakan cerminan dari perasaan orang/ karyawan terhadap pekerjaannya. Pegawai/karyawan tidak hanya secara formalitas bekerja dikantor, tetapi harus mampu merasakan dan menikmati pekerjaannya, sehingga ia tidak akan merasa bosan dan lebih tekun dalam beraktifitas. Para karyawan akan lebih senang dalam bekerja apabila didukung oleh berbagai situasi yang kondusif, sehingga dapat mengembangkan keterampilan yang dimilikinya.

                    Ukuran yang dipakai dalam menilai apakah pegawai tersebut disiplin atau tidak, dapat terlihat dari ketepatan waktu kerja, etika berpakaian, serta penggunaan fasilitas/sarana kantor secara efektif dan efisien. (Lateiner dan Levine, terjemah Soejono, 1997 : 60). Bila para pegawai/karyawan memiliki disiplin kerja yang tinggi,diharapkan akan mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan tepat sehingga timbul kepuasan kerja.

                    Tentunya banyak faktor yang menjadikan suatu lembaga/instansi berupaya keras memberikan solusi dari kekurangan yang ada. Salah satunya dengan seringnya mengadakan komunikasi yang efektif, memotivasi pegawai untuk mengetahui permasalahan yang di hadapi selama ini. Dari uraian tersebut penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dan mengambil judul yaitu “Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kepuasan kerja Pegawai Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Grobogan”


                    Password: 3xE9WzjZ




                    Download Skripsi Sosial Gratis (Memahami Makna Jilbab Dalam Mengomunikasikan)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Memahami Makna Jilbab Dalam Mengomunikasikan)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Memahami Makna Jilbab Dalam mengomunikasikan)

                    Jilbab saat ini tidak hanya dipandang sebagai pakaian serba tertutup yang menggambarkan kesan tradisional, monoton dan konvensional. Keberadaan jilbab telah diterima secara luas di berbagai lingkungan dan status sosial. Secara sosio-kultural, jilbab telah masuk ke berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, hukum, politik, sosial, budaya, seni dan lainnya. Tidak ada lagi pembedaan status dan perlakuan antara yang berjilbab dan yang tidak. Jilbab modern dinilai lebih fleksibel dan dapat dikombinasikan dengan berbagai busana lain. Para mahasiswi misalnya, mengkombinasikan jilbab dengan celana jins dan kemeja atau kaos biasa.

                    Perkembangan jilbab menjadi tren fesyen merupakan suatu hal yang paradoks. Di satu sisi, Kebangkitan nilai–nilai agama di Indonesia turut mengantarkan jilbab pada posisi terhomat di masyarakat sehingga banyak digemari perempuan muslim. Di sisi lain, esensi dan hakikat pakaian jilbab mengalami pendangkalan makna. Gaya dan model jilbab bergerak sangat cepat sesuai pasar atau momen yang sedang hangat diperbincangkan. Momen menjelang lebaran menjadi bukti bagaimana gaya dan mdel diciptakan dengan berbagai kreasi, pernak–pernik asesoris dan bahan yang digunakan. Tujuannya adalah turut berpartisipasi merayakan kemeriahan lebaran.

                    Saat ini jilbab sudah menjadi sebuah gaya hidup tersendiri. Bagaimana bisa tampil cantik dengan jilbab. Model dan gaya jilbab apa yang dapat menunjang penampilan. Padahal jilbab sebenarnya bukanlah mode, bukan pula ditujukan untuk mempercantik diri. Jilbab dikenakan untuk menjaga kehormatan dan harga diri perempuan. Hal ini terlihat dari bentuk pakaian yang longgar sehingga tidak memperlihatkan bentuk lekuk tubuh. Pemakaian jilbab juga bertujuan untuk menjaga aurat perempuan dari segala macam bentuk godaan orang lain.

                    Dari aspek kesopanan, jilbab yang kebanyakan dikenakan remaja (disebut jilbab funky) masih rentan mengundang harsrat. Hal ini terkait dengan tampilan fisik jilbab sering kali masih menonjolkan lekuk tubuh pemakainya. Kita dapat melihat pada sebagian besar pengguna jilbab yang memakai pakain ketat sehingga terlihat seksi. Apalagi ketika dipadu dengan celana bahan legging yang terlihat tipis dan mengikuti lekuk tubuh pemakainya.

                    Dari deskripsi fenomena jilbab diatas dapat dikaji bahwa hadirnya jilbab sebagai salah satu tren fesyen yang sedang berkembang saat ini membawa perubahan seseorang dalam memaknai jilbab. Perburuan tentang gaya dan model terkini dengan segala asesoris, aksen, dan bahan yang digunakan berpotensi mengaburkan esensi dari makna jilbab sebagai identitas perempuan muslim. Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang menjadi masalah yaitu identitas apakah yang ingin dikomunikasikan jilbabers melalui gaya dan model jilbab yang dikenakan?


                    Password: zdqB62DF


                    Download Skripsi Sosial Gratis (Analisis Semiotik Kesenian Tradisional)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Analisis Semiotik Kesenian Tradisional)

                    Download Skripsi Sosial Gratis (Analisis Semiotik Kesenian Tradisional)

                    Media tradisional dikenal juga sebagai media rakyat. Dalam pengertian yang lebih sempit, media ini sering juga disebut sebagai kesenian rakyat. Dalam hubungan ini Coseteng dan Nemenzo (2003 : 29) mendefinisikan media tradisional sebagai bentuk-bentuk verbal, gerakan, lisan dan visual yang dikenal atau diakrabi rakyat, diterima oleh mereka, dan diperdengarkan atau dipertunjukkan oleh dan/atau untuk mereka dengan maksud menghibur, memaklumkan, menjelaskan, mengajar, dan mendidik.

                    Tanda-tanda kehidupan, simbol-simbol norma, tanda-tanda kebahasaan, simbol-simbol kejahatan, dan lain sebagainya biasanya terselip secara implisit dalam suatu kesenian baik tradisional maupun modern. Kehidupan manusia yang merupakan bahan bakar penciptaan bagi pagelaran suatu kesenian akan membangun karya seni pertunjukan penuh dengan tanda dan simbol-simbol kehidupan. Tanda dan simbol yang sifatnya universal tersebut oleh banyak ilmuwan diyakini sebagai dasar dari semua komunikasi.

                    Charles Morris (2004), pakar semiotik dalam berbagai tulisannya menunjukkan bahwa seluruh tindakan manusia melibatkan tanda dan makna dalam berbagai macam cara yang menarik perhatian. Setiap ada tindakan orang akan menjadi sadar terhadap tanda, menginterpretasikan tanda dan kemudian memutuskan bagaimana cara meresponnya. Makna terdiri atas konsepsi pribadi individu dan konsep umum yang dipegang bersama-sama dengan orang-orang lain. Makna merupakan kesan yang diakui secara umum.

                    Semiotik adalah ilmu yang digunakan untuk interpretasi terhadap pesan (tanda) yang dipertukarkan dalam proses komunikasi. Semiotik tidak saja untuk analisis arti tanda-tanda dalam kebudayaan (semiologi signifikansi), tetapi juga dapat dijadikan sebagai pisau analisis atau metoda tafsir terhadap tanda-tanda dalam pesan komunikasi. Definisi ini membuat aplikasi semiotik sangat luas, bisa digunakan berbagai bidang keilmuan, karena semiotik adalah metode tafsir untuk seluruh tanda yang diproduksi oleh manusia. Semiotik berkembang menjadi ilmu untuk menafsirkan berbagai hal berhubungan dengan tanda-tanda.

                    Salah satu seni kebudayaan tersebut yang juga merupakan kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Banyumas dan masih ada sampai sekarang adalah kesenian Ebeg. Kesenian tradisional Ebeg merupakan sebuah seni pertunjukan yang di dalamnya terdapat beragam simbol/tanda. Simbol atau tanda tersebut dikomunikasikan melalui bahasa nonverbal yang diperagakan antara lain melalui gerak-gerik tubuh/anggota tubuh, pakaian dan tata rias, musik pengiring, sesaji serta properti penunjang pertunjukan Ebeg.

                    Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diungkapkan di atas, maka penelitian ini akan berusaha mengungkapkan : 1. Bagaimanakah proses adegan “wuru” dalam Kesenian Tradisional “Ebeg” Purbo Laras Desa Jipang Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas 2. Bagaimanakah semiotika mengungkap makna tanda/simbol dalam Kesenian Tradisional “Ebeg” Purbo Laras Desa Jipang Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas?


                    Password: YPItYJnS
                    Download Skripsi Sosial Terlengkap (Pengaruh Psy-cap)

                    Download Skripsi Sosial Terlengkap (Pengaruh Psy-cap)

                    Download Skripsi Sosial Terlengkap (Pengaruh Psy-cap) 

                    Konsep Psy-Cap (Psychological Capital = Psy-Cap) telah dieksplorasi oleh Luthan dan kawan-kawannya (Luthans et al., 2004; Luthans and Youssef, 2004). Psy-Cap didefinisikan oleh Luthan dan kawan-kawan sebagai hal positif perorangan yang ditandai oleh: (1) percaya diri (self-efficacy/confidence)untuk menyelesaikan pekerjaan,(2) memiliki pengharapan positif (optimism) tentang keberhasilan saat ini dan di masa yang akan datang; ( 3) tekun dalam berharap (hope) untuk berhasil; dan ( 4) tabah dalam menghadapi berbagai permasalahan (resiliency) hingga mencapai sukses (Luthans, Youssef dan Avolio, 2007).

                    Banyak penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja para pekerja. Spencer (Spencer and Spencer, 1993) menjelaskan bahwa kinerja seseorang dipengaruhi oleh kompetensi kerjanya, yang dapat diklasifikasikan atas kompetensi teknikal (hard competence atau hard skills) dan kompetensi perilaku (soft competence atau soft skills). Lebih jauh, Spencer menjelaskan bahwa kompetensi seseorang terbentuk dari lima unsur, yaitu motif (motives), watak (traits), konsep diri (self concept), pengetahuan (knowledge), serta keterampilan (hard skills). Kelima unsur kompetensi individu tersebut di atas, membentuk kompetensi kerja seseorang, yang akan menentukan kinerjanya saat bekerja.

                    Psy-Cap, sebagaimana diuraikan di atas, memiliki karakteristik seperti motif dan konsep diri, dan bahkan dapat digunakan untuk menjelaskan gambaran dari watak seseorang. Pemahaman akan perilaku hubungan pengaruh dari Psy-Cap terhadap kinerja seseorang, dapat memberikan pengetahuan lain atau pengayaan wawasan, baik bagi para peneliti maupun praktisi manajemen.

                    Pemimpin adalah orang yang memiliki pengikut. Manusia dengan kecerdasannya, dibekali kemampuan untuk menjadi pemimpin, baik menjadi pemimpin dirinya, maupun menjadi pemimpin orang lain. Kualitas pemimpin, ditentukan oleh kualitas kepemimpinannya, yaitu kemampuan untuk mengarahkan dan mengendalikan para pengikutnya.

                    Kepemimpinan pelayanan(servant leadership), merupakan fenomena kepemimpinan yang sedang banyak dipelajari. Para peneliti menyimpulkan bahwa servant leadership merupakan konsep/teori yang valid dalam kepemimpinan organisasi dalam hubungannya dengan berbagai konsep seperti kepuasan kerja, kesehatan organisasi dll, baik organisasi bisnis, pendidikan, maupun yayasan. Hubungan pengaruh antara Psy-Cap, kinerja dan kepemimpinan pelayanan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia saat ini masih belum diketahui. Hubungan tersebut perlu diketahui sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia akademis dan dunia praktis.

                    Walaupun secara generik manusia di dunia ini pada dasarnya memiliki potensi yang sama, namun dalam kenyataannya dapat diperhatikan dan diduga bahwa kinerja (produktivitas kerja) para karyawan di Indonesia berbeda dengan para karyawan di negara lain. Perbedaan produktivitas kerja ini menunjukkan bahwa ada faktor lokal yang bersifat kontekstual, yang membedakan antara kondisi kerja di Indonesia dengan negara-negara lain, sehingga kinerjanya berbeda. Psy-Cap dan kepemimpinan pelayanan, akan diuji untuk mengetahui hubungan pengaruhnya terhadap kinerja para karyawan, baik di perusahan jasa maupun manufaktur Indonesia.


                    Password: Qk8ulC7k